Tim TTIS Kabupaten Muara Enim melaksanankan pelaporan inovasi
[BERITA] · 28 Jul 2025 · Inovasi daerah . Diskominfo
Tim Persandian dan Kemanan Informasi
Muara Enim, 29 Juli 2025 – Pelaporan inovasi tahunan Tim TTIS Kabupaten Muara Enim tahun ini dilaksanakan secara daring melalui sistem SINOME (Sistem Inovasi Menembus Era-digital). Terdengar canggih, tapi tidak bagi para petugas yang masih trauma dengan loading tanpa ujung dan captcha bergambar zebra silang.
Dua staf pelaksana, Septa dan Dony, sejak pagi sudah siap di depan laptop. Tapi bukan langsung mengisi data—mereka menghabiskan 45 menit hanya untuk klik “Lupa Password”.
“Saya yakin password-nya TTIS2023, eh ternyata akun saya malah dikunci,” kata Dony yang akhirnya harus pakai akun Septa buat login.
Septa, yang biasanya jago bikin konten medsos, sempat terpaku 20 menit karena field isian SINOME “tidak menerima emoji dan kata alay”. “Saya kira bisa dikasih judul inovasi: ‘Senyum Rakyat Ceriaaa~’, ternyata ditolak sistem,” ujarnya kecewa.
Sementara itu, Alex, staf senior, tetap santai. Ia sudah menyiapkan semua data sejak seminggu lalu. "Kuncinya cuma satu: jangan percaya jaringan internet saat deadline," katanya sambil membuka hotspot pribadi dan menolak tawaran kopi sachet.
Ketua Tim, Bu Yuliani, memimpin dengan penuh semangat meskipun sempat salah kirim pelaporan ke akun kabupaten sebelah. “Saya kira cuma ada satu Muara Enim. Ternyata itu Muara Enim yang dummy,” katanya sambil tertawa sambil menahan stres.
Tak cukup sampai di situ, saat hendak mengunggah file PDF inovasi, SINOME tiba-tiba menampilkan pesan sakral:
“Ukuran file melebihi batas. Maksimal 2 MB. Harap dikompres tanpa mengurangi kualitas dan jiwa inovatif Anda.”
Setelah melewati berbagai rintangan seperti:
Format file wajib PDF-A (yang entah beda apa dengan PDF biasa),
Isian deskripsi maksimal 1000 karakter (padahal penjelasan Dony 3 halaman A4),
Dan tombol "Simpan" yang hanya aktif kalau browser dalam mode incognito,
Akhirnya laporan berhasil di-submit.
“Ini bukan sekadar pelaporan. Ini survival digital,” kata Bu Yuliani, bangga, walau dengan tatapan kosong seperti habis ikut webinar 8 jam tanpa snack.